Jumat, 06 Maret 2009

Jelang Bebas, Sheila Marcia Disambangi Pacar Baru

JAKARTA - Selama menjalani masa hukuman di balik jeruji besi, hubungan Sheila Marcia dengan Jupiter Fourtissimo semakin dekat. Mereka dikabarkan pacaran. Menjelang Sheila Marcia bebas, pemuda itu menjenguknya.

Jupiter datang bersama ibunda Sheila Marcia, Maria Cecilia, ke Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Jumat (6/3/2009). Keduanya menaiki mobil Chevrolet berwarna biru bernopol B 2438 BJ. Jupiter terlihat menebar senyum kepada wartawan yang berada di depan pintu rutan.

Sedangkan Maria terlihat berusaha tetap tenang. Hingga berita ini diturunkan, keduanya belum mau dimintai komentar. Mereka langsung masuk ke dalam Rutan untuk menemui mantan pacar Roger Danuarta itu.

Sesuai dengan keputusan Pengadilan Tinggi Jakarta, bintang film Tentang Cinta ini dijatuhi hukuman tujuh bulan penjara, lebih ringan daripada vonis yang diberikan Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Tetapi, Sheila masih belum bisa bernapas lega karena nasibnya itu akan ditentukan pada pukul 12.00 malam. Bila surat jaksa penuntut umum yang mengajukan penambahan masa tahanan terhadap dirinya tidak ada sampai waktu yang ditentukan itu, maka dia akan bebas. (fin)

Polisi Singapura Tak Pernah Nyatakan David Bunuh Diri

Jakarta - Misteri masih meliputi teka teki seputar kematian David Hartanto Widjaja. Berbagai spekulai muncul mengenai dugaan kematian mahasiswa pintar itu. Tapi yang pasti pihak berwajib Singapura tidak pernah menyebutkan David bunuh diri.

"Laporan resmi mengenai David, dia tidak pernah dinyatakan bunuh diri," kata pejabat protokol Konselor KBRI Singapura Achmad Djatmiko saat dihubungi melalui telepon, Jumat (6/3/2009).

Achmad menjelaskan yang menyebutkan bunuh diri itu justru berita dan kabar yang beredar. "Di laporan resmi hanya disebut ada seorang mahasiswa di Nanyang jatuh dari ketinggian dan dinyatakan meninggal," ujarnya.

Kini dugaan penyebab kematian David masih di tangan pihak medis dan kepolisian Singapura, setelah dilakukan visum.

"Hasil otopsi sesuai permintaan pihak keluarga agar diberitahukan dan hasilnya baru 1 bulan lagi," jelasnya. (ndr/iy)

Berkas 8 Tersangka Rusuh Demo DPRD Sumut Belum Dilimpahkan

Jakarta - Dari 67 tersangka demo anarkis di DPRD Sumut, baru 59 orang yang berkasnya telah dilimpahkan oleh Polda Sumut ke Kejaksaan Tinggi (Kejati). Sedangkan untuk 8 sisanya yang diduga melakukan pembunuhan berencana, berkas belum dilimpahkan.

"Berkas yang belum dikirim 7 berkas untuk 8 tersangka yang dituduhkan pasal 338 dan 340," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen pol Abubakar Nataprawira, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (6/3/2009).

Abubakar menambahkan, 8 tersangka tersebut antara lain berinisial CP, YH, DR, FM, JS, PS, dan HB. Polisi berharap berkasnya dapat segera dilimpahkan.

"Mudah-mudahan Maret ini akan selesai berkasnya," terang jenderal bintang dua tersebut.

Selain itu Abubakar mengatakan, tersangka bertambah 2 orang lagi sehingga berjumlah 69. 2 Tersangka tersebut merupakan mahasiswa.

"Inisialnya RM dan HF. Mereka dikenakan pasal 146 jo 170 jo 406 jo 335 KUHP," pungkas pria berkumis tersebut. (ddt/sho)

Mahasiswa China Gantung Diri di Singapura

Singapura - Seorang mahasiswa asal China bunuh diri di Singapura. Pria berusia 23 tahun itu tewas dengan menggantung dirinya pada sebuah pohon. Dia bunuh diri setelah mengetahui dirinya terjangkit virus berbahaya HIV.

Demikian terungkap dalam sidang koroner yang digelar di Singapura, Jumat (6/3/2009) seperti dilansir harian Singapura, Straits Times.

Wu Wenjie merupakan mahasiswa Singapore Institute of Materials Management di Kallang Avenue. Pria muda itu seharusnya diwisuda pada Juni tahun ini.

Jasad Wu yang telah membusuk ditemukan di area hutan di dekat jalan layang Kranji Expressway pada 14 Desember 2008 lalu. Tas kuliahnya juga ditemukan di lokasi. Di dalamnya terdapat pesan-pesan bertuliskan bahasa China.

Ahli koroner pemerintah Victor Yeo mengatakan, dalam pesan yang ditinggalkan Wu terungkap bahwa pria berkebangsaan China itu sempat ragu-ragu untuk mengakhiri hidupnya. Namun akhirnya dia membuat keputusan pada 11 Desember lalu.

Menurut teman sekelas yang berteman baik dengan Wu, Zheng Yali (35), Wu sempat mengatakan bahwa dirinya ingin mengakhiri hidupnya. Hal itu disampaikan Wu pada Zheng saat keduanya ngobrol pada 13 Desember. Itu ternyata menjadi obrolan terakhir bagi keduanya.

Sehari sebelumnya, Wu menyampaikan pada Zheng bahwa hasil pemeriksaan medisnya telah keluar. Dan hasilnya dia positif terjangkit virus HIV.

Hasil investigasi menunjukkan, Wu juga telah berbicara dengan ibunya pada 13 Desember lalu. Wu pun menyuruh ibunya untuk menjaga dirinya baik-baik.

Dalam pembacaan putusan, Koroner Yeo mengatakan, Wu gantung diri karena dirinya tak sanggup menerima kondisi medisnya dan tidak ingin menjadi beban bagi keluarganya. (ita/iy)

Selasa, 03 Maret 2009

Awas! Pengguna Facebook Diserbu Penjahat Cyber

Jakarta - Pencuri data pribadi di internet alias phisher mulai mengintai Facebook. Para pecinta situs jejaring ini pun harus berhati-hati, jangan mencantumkan seluruh rahasia Anda di Facebook!

Selain itu, kewaspadaan juga harus ditingkatkan ketika menerima email dari orang tak dikenal. Sebab, para penjahat cyber ada pula yang mengaku-ngaku berasal dari pihak Facebook dan menuding Anda telah melakukan pelanggaran.

Kemudian, calon korban diminta untuk mengklik link yang telah disediakan. Padahal di link tersebut, sudah disiapkan jebakan maut untuk menjerat calon korban.

Aplikasi yang wara-wiri di Facebook juga tak seluruhnya aman. Graham Cluley, konsultan teknologi senior di Sophos mengatakan bahwa datangnya semua program jahat ini salah satunya adalah karena Facebook membolehkan siapapun untuk membuat aplikasi.

Namun sayangnya, semua aplikasi pihak ketiga ini tidak dicek dan dievaluasi terlebih dahulu sebelum disuguhkan kepada para pengguna. Ironisnya lagi, meski satu aplikasi dihapus maka akan muncul aplikasi-aplikasi jahat lainya yang tidak kalah merugikan.

Aplikasi bernama 'My Account' dan 'Reported For Rule Breaking' misalnya, dilaporkan tengah bersliweran di situs bikinan Mark Zuckenberg ini, demikian seperti yang kutip dari PCWorld, Senin (2/3/2009). ( ash / ash )

Hadi Djamal Akhirnya Dipecat PAN!


Jakarta - Abdul Hadi Djamal, anggota Fraksi PAN yang tertangkap oleh KPK karena diduga menerima suap, akhirnya dipecat dari keanggotaan PAN. Kader PAN di Komisi V DPR ini juga terancam tak bisa meneruskan perjuangannya sebagai caleg di Pemilu 2009.

"Memberhentikan saudaraku Abdul Hadi Djamal sebagai anggota PAN," demikian dalam pernyataan tertulis yang dikeluarkan DPP PAN, Jakarta, Rabu (4/3).

Kejadian tertangkapnya Abdul Hadi membuat PAN terkejut. Sebab selama ini Abdul Hadi tidak memiliki catatan buruk sebagai anggota partai. "Bisa dikatakan ini adalah suatu

musibah yang dialami Abdul Hadi Djamal," tulisnya.

Abdul Hadi diberhentikan berdasarkan anggaran dasar PAN bab XVII pasal 30 tentang sanksi. Selain itu anggaran rumah tangga PAN bab I pasal 2 ayat 2, bab II pasal 3 dan 7.

"Agar saudaraku Abdul Hadi Djamal dapat menjalani dan menghormati proses hukum, dan

harapan agar KPK dan aparat penegak hukum untuk tetap menegakkan azas praduga tak

bersalah," ujarnya.

PAN sesuai dengan platform dan garis perjuangan partai tetap berkomitmen untuk menjalankan amanat reformasi. Salah satunya adalah mendukung pemberantasan korupsi.

"PAN mendukung kinerja KPK dalam pemberantasan korupsi di Indonesia, tanpa tebang pilih atau tanpa pandang bulu sesuai dengan prinsip keadialan," tegasnya. [jib/ana]

Sality, Virus Komputer Paling Merepotkan di Indonesia

Jakarta - Conficker boleh saja dikatakan sebagai worm nomor satu di Indonesia, namun untuk predikat virus yang paling merepotkan dan paling banyak ditemui di Indonesia layaknya pantas disandang oleh Sality.

Demikian pandangan perusahaan sekuriti Vaksincom menanggapi gelombang serbuan virus yang disinyalir berasal dari Taiwan atau China ini di Tanah Air.

Dijelaskan analis virus dari Vaksincom, Adang Jauhar Taufik, ukuran file yang sudah terinfeksi W32/Sality.AE akan bertambah besar beberapa KB dan masih dapat dijalankan seperti biasa.

Namun, biasanya virus ini akan mencoba untuk memblok program antivirus atau removal tools saat dijalankan serta mencoba untuk memblok task manager atau registry editor Windows.

"Sementara untuk mempermudah dalam proses penyebarannya, selain memanfaatkan file sharing dan default share, virus ini juga akan memanfaatkan media flash disk dengan cara membuat file acak yang mempunyai ekstensi exe/com/scr/pif serta menambahkan file autorun.inf yang memungkinkan virus dapat aktif secara otomatis setiap kali user mengakses flash disk," ujarnya, Rabu (4/3/2009).

Selain mematikan proses antivirus, lanjut Adang, Sality juga akan berupaya untuk memblok agar user tidak dapat mengakses web dari beberapa antivirus serta akan mencoba untuk mengubah beberapa string registry Windows Firewall.

Tak cuma itu virus ini juga akan menghapus key HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\ALG.

ALG atau Application Layer Gateway Service adalah services yang memberikan support untuk plug-in protokol aplikasi dan meng-enable konektivitas jaringan/protokol. Service ini boleh saja dimatikan.

"Dampaknya adalah program seperti MSN Messenger dan Windows Messenger tidak akan berfungsi. Service ini bisa dijalankan, tetapi hanya jika menggunakan firewall, baik firewall bawaan Windows atau firewall lain. Jika tidak komputer yang terinfeksi virus ini akan mengalami celah keamanan yang serius," tukas Adang.

Tujuan Sality

Tujuan utama dari virus ini adalah mencoba untuk menginjeksi program instalasi dan file yang mempunyai ekstensi exe/com/scr yang ada di drive C - Y terutama file hasil instalasi (file yang berada di direktori C:\Program Files ) dan file-file portable (file yang langsung dapat dijalankan tanpa perlu instal).

File yang berhasil diinjeksi biasanya ukurannya akan bertambah sekitar 68-80 KB dari ukuran semula. Program yang telah terinfeksi ini akan tetap dapat dijalankan seperti biasa sehingga user tidak curiga bahwa file tersebut sebenarnya telah diinfeksi oleh W32/Sality.AE.

"Salah satu kecanggihan Sality adalah kemampuannya menginjeksi file tumpangannya sehingga ukuran file bervirus tidak seragam, jelas lebih sulit diidentifikasi dibandingkan virus lain yang menggantikan file yang ada sehingga ukuran filenya akan sama besar," pungkas Adang.
( ash / wsh )